Isyaratkan Ubah Taktik, Israel Tarik Sebagian Pasukan dari Gaza

Gaza City

Israel menarik sebagian pasukannya dari Jalur Gaza bagian utara, namun meningkatkan serangan terhadap bagian selatan daerah kantong Palestina itu. Amerika Serikat (AS), sekutu Israel, menyebut langkah tersebut menandai pergeseran bertahap menuju ke intensitas operasi yang lebih rendah di wilayah utara Jalur Gaza.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/1/2024), Israel yang mengumumkan penarikan sebagian pasukannya pada Senin (1/1) waktu setempat, menyebut perang di Jalur Gaza masih memerlukan waktu beberapa bulan lagi.

Sedikitnya 21.978 orang tewas akibat rentetan serangan Israel di Jalur Gaza sejak awal Oktober lalu. Perang itu juga memicu bencana kemanusiaan di daerah kantong Palestina yang memiliki 2,3 juta jiwa penduduk.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penarikan pasukan di wilayah utara dan peningkatan serangan di wilayah selatan Jalur Gaza dinilai mengisyaratkan fase baru dalam serangan Israel.

Dituturkan seorang pejabat Israel, yang enggan disebut namanya, bahwa militer Israel akan menarik pasukannya di dalam Jalur Gaza pada bulan ini dan beralih kepada fase operasi “pembersihan” yang lebih terlokalisasi yang akan memakan waktu berbulan-bulan.

Pejabat Israel itu juga mengatakan bahwa pengurangan pasukan akan memungkinkan sejumlah tentara cadangan untuk kembali ke kehidupan sipil mereka, menopang perekonomian Israel yang terdampak perang, dan membebaskan unit-unit militer jika terjadi konflik lebih luas dengan Hizbullah di perbatasan utara.

Seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya, menilai keputusan Israel itu tampaknya mengindikasikan dimulainya peralihan kepada operasi dengan intensitas lebih rendah di wilayah utara Jalur Gaza.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *